Kamis, 01 April 2010

PETA TENTANG POLA DAN BENTUK-BENTUK MUKA BUMI

Permukaan bumi yang kita tempati ini sangat luas, maka gejala dan kenampakannya pun yang begitu beragam dan unik. Untuk mempermudah kita dalam mempelajari berbagai gejala tersebut, tentu saja diperlukan alat bantu.
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang diperkecil seperti kenampakan yang terlihat dari atas. Kenampakan tersebut digambarkan menggunakan simbol-simbol sebagai pengganti kenampakan yang ada di permukaann bumi.

A. BENTUK PERMUKAAN BUMI PADA PETA
Fenomena atau kenampakan di permukaan bumi ini sangat beraneka ragam. Bentuk permukaan bumi tersebut selalu berubah. Apa yang kita saksikan sekarang belum tentu sama sama dengan masa lalu dan masa yang akan datang. Perubahan-perubahan tersebut, di sebabkan oleh tenaga yang ada di dalam bumi. Artinya bahwa bumi yang kita tempati ini tidak diam tapi terus menerus bergerak melakukan aktivitas.
Bentukan-bentukan alam yang di hasilkan dari aktivitas bumi itu sangat bervariasi, ada sungai, pantai, lembah, bukit, gunung, danau, dan rawa. Semua bentukan yang ada di permukaan bumi itu dapat kalian lihat pada sebuah peta.
Peta sangat berguna untuk memvisualkan permukaan bumi yang luas. Pada sebuah peta, kalian akan mengetahui keadaan, gejala, maupun peristiwa yang dapat di lihat dengan menggunakan simbol atau lambang. Namun, karena keterbatasan, semua bentukan yang ada di permukaan bumi ini tidak akan tergambarkan. Pada peta tematik (khusus) informasi yang tergambar mungkin relatif terbatas, berbeda dengan peta topografi (peta umum) yang lebih banyak menampilkan berbagai informasi tentang kenampakan di muka bumi.
Simbol-simbol atau tanda yang mewakili gambaran permukaan bumi di peta itu berbeda-beda. Simbol-simbol tersebut ada yang berupa titik, garis area, bahkan warna.
Apabila kalian melihat sebuah peta berwarna, maka warna-warna dalam peta tersebut menunjukkan kenampakan khusus di permukaan bumi. Warna biru pada peta menggambarkan bentang air seperti samudera, laut, sungai, dan danau. Warna merah pada peta menggambarkan jalan dan ibu kota. Hijau sampai cokelat menggambarkan daratan, warna hijau menggambarkan dataran rendah, warna kuning menggambarkan dataran tinggi, dan warna cokelat menggambarkan pegunungan. Adapun warna hijau pada peta biasanya menggambarkan batas administratif.
Selain fenomena alam, fenomena sosial pun dapatdi gambarkan dalam peta melalui simbol-simbol. Misalnya jalan raya pada peta, jalan raya itu pada umumnya menggunakan simbol garis.
Agar lebih mempermudah dalam mengamati bentukan-bentukan permukaan bumi dalam peta, ada tiga langkah yang harus kalian perhatikan, yaitu sebagai berikut :
1. Deteksi, pengamatan atas adanya suatu objek dan membedakan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya.
2. Identifikasi, upaya memberi ciri terhadap objek yang telah di deteksi dengan menggunakan keterangan seperti letak, bentuk, dan penyebarannya.
3. Interpretasi, tahap pengumpulan keterangan yang berkenaan dengan objek yang sedang diamati.

B. PENAMPANG BENTUK PERMUKAAN BUMI
Bentuk permukaan bumi yang tergambar pada peta seolah-olah terlihat hanya landai atau datar, padahal bentuk permukaan bumi itu sangat bervariasi baik di dart maupun di laut. Di daratan dapat kita jumpai berbagai bentuk permukaan bumi seprti perbukitan, pegunungan, dan lembah, sedangkan di dasr lautan terdapat palung, lubuk laut, dan landas kontinen.
Apabila kalian ingin melihat bentuk permukaan bumi yang menggambarkan perbedaan relief, maka kalian harus melihatnya pada peta topografi.
Ketinggian atau kedalaman suatu wilayah pada peta di gambarkan dengan simbol garis. Untuk menggambarkan ketinggian, biasanya dengan menggunakan garis kontur. Garis kontur merupakan garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama. Melalui garis kontur ini, kalian akan mengetahui curam atau landainya suatu wilayah. Apabila pada peta garis konturnya rapat, maka menunjukkan daerah tersebut memiliki lereng yang curam, sedangkan jika garis kontur pada peta jarang, artinya daerah tersebut memiliki lereng yang landai.
Adapun di dalam pemetaan laut garis-garis yang menghubungkan titik dengan kedalaman yang sama di sebut dengan isobath. Peta kontur yang menggambarkan kedalaman laut disebut peta bathymetri.
Garis kontur yang menggambarkan ketinggian ini dapat di buatkan penampang melintangnya.
Yang perlu di perhatikan adalah sebagai berikut :
1. Puncak gunung di beri tanda +, dan di bawahnya di tulis angka
ketinggian.
2. Garis kontur kelima, kesepeluh dan seterusnya di gambarkan
biasanya garis lebih tebal.
3. Pada daerah lembah garis kontur akan menjorok ke arah dalam
dan pada tonjolan/punggungan nampak garis konturnya
menjorok ke luar.

C. POLA DAN BENTUK OBJEK GEOGRAFI SESUAI
BENTANG ALAM
Pola merupakan kecenderungan persebaran suatu objek di permukaan bumi. Bentuk dan pola persebaran objek geografi tersebut di pengaruhi oleh bentuk bentang alamnya.
Pola persebaran objek-objek geografis, sangat penting untuk mempermudah perencanaan tata ruang suatu wilayah perkotaan maupun pedesaan. Misalnya, kecenderungan pola permukiman penduduk biasanya tersebar di daerah yang banyak memiliki cadangan air, karena air merupakan kebutuhan yang sangat vital bagi manusia.
Bentuk bentang alam ternyata sangat mempengaruhi persebaran objek geografi. Cobalah kalian perhatiakan peta topografi duni. Pada umumnya, tempat-tempat yang di jadikan permukiman adalah daerah yang relatif datar. Hal tersebut di karenakan daearah yang datar memudahkan manusia untuk memperoleh air, mendirikan bangunan, membangun prasarana transportasi, dan mengolah lahan.
Di benua asia selain di daerah pantai penduduk juga memilih bertempat tinggal di sekitar daerah aliran sungai, misalnya DAS Gangga, DAS Irawadi, dan DAS Hoang Ho, sehingga akan di temukan pola pemukiman penduduk yang memanjang mengikuti alur sungai. Di Indonesia, pola seperti itu biasanya terdapat di pedesaan seperti di Provinsi Kalimantan yang mempunyai sungai-sungai besar.
Berbeda dengan pola pemukiman di daerah pengaliran sungai, pola pemukiman di daerah pegunungan biasanya terkonsentrasi di daerah-daerah tertentu,misalnya di lembah-lembah, karena pada umumnya lembah itu memiliki cadangan air yang cukup untukmemenuhi kebutuhan hidup.
Pola persebaran objek geografi juga di pengaruhi oleh ikli. Manusia akan cenderung hidup di daerah yang beriklim sejuk atau nyaman. Manusia tidak akan mau hidup di daerah yang terlampau panas atau yang terlampau dingin, kalaupun ada, jumlahnya sangat sedikit. Daerah yang memiliki iklim tropis dan sedang, sangat ideal untuk di jadikan tempat bermukim. Hal tersebut di sebabkan di daerah itulah berbagai tumbuhan dan hewan dapat hidup dan berkembang, sehingga peluang manusia untuk hidup dan berkembang pun akan lebih besar.
Di dalam merencanakan suatu wilayah, kecenderungan pola objek geografis juga sangat menentukan. Daerah dengan topografi terjal, persediaan air sedikit, dan tanah tidak subur, sehingga tidak akan cocok untuk di jadikan tempat permukiman.
Biasanya, pembangunan suatu wilayah dengan kondisi wilayah yang bergelombang akan mengalami hambatan yang serius, berbeda dengan daerah yang landai, subur dan memiliki banyak cadangan air, sehingga daerah yang landai akan memberi kemudahan bagi pengembangan wilayah.
Jika di lihat berdasarkan bentang alam, bentuk-bentuk objek geografi di permukaan bumi dapat di bedakan menjadi empat bagian, yaitu pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pantai.
1. Pegunungan
Daerah pegunungan merupakan daerah yang terdiri atas bukit-bukit dan rangkaian gunung-gunun. Di permukaan bumi ini, terdapat dua sistem pegunungan lipatan muda, yaitu Sirkum Mediteran dan Sirkum Pasifik
Daerah-daerah yang dibatasi pegunungan, cenderung mempunyai dataran pantai yang sempit, sehingga pegunungan menjadi penghalang masuknya pengaruh angin laut ke pedalaman
2. Dataran Tinggi
Dataran tinggi merupakan wilayah yang bentuknya datar, bergelombang, dan berbukit-bukit. Daerah ini, biasanya memiliki tanah yang subur dan suhu udara sejuk. Oleh karena itu, dataran tinggi ini cocok untuk daerah perkebunan, seperti : perkebunan the, sayur-sayuran dan bunga-bungaan.
3. Dataran Rendah
Dataran rendah merupakan suatu wilayah yang datar atau tidak berbukit-bukit. Biasanya di daerah ini banyak di temukan rawa-rawa yang cukup luas. Namun daerah rawa ini kurang baik jika di manfaatkan untuk pertanian karena kondisi tanahnya yang terlalu asam. Tumbuhan bakau (mangrove) biasanya banyak tumbuh di daerah rawa dan tepi pantai . Tanaman bakau ini sangat berguna untuk menghalangi pantai dari terjangan gelombang dan mencegah tidak terjadinya abrasi.
4. Daerah Pantai
Daerah pantai merupakan suatu wilayah yang secara langsung memperoleh pengaruh dari laut. Di Benua Eropa dan Amerika, daerah pantai banyak dijadikan sebagai tempat permukiman sehingga banyak pola permukiman yang mengikuti garis pantai.



RANGKUMAN
Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang di perkecil seperti kenampakan yang terlihat dari atas. Kenampakan-kenampakan tersebut di gambarkan menggunakan simbol-simbol sebagai pengganti kenampakan yang ada di permukaan bumi.
Perubahan-perubahn bentuk permukaan bumi di sebabkan oleh tenaga yang ada di dalam bumi, artinya bahwa bumi yang kita tempati ini tidak diam tapi terus menerus bergerak melakukan aktivitas.
Bentukan-bentukan alam yang di hasilkan dari aktivitas bumi sangat bervariasi, di antaranya ada sungai, pantai, lembah, bukit, gunung, danau, dan rawa. Bentukan-bentukan tersebut dapat di lihat pada sebuah peta.
Sifat-sifat peta :
1. Informatif, yaitu memberikan informasi untuk analisis data penelitian
2. Peta memberikan gambaran lokasi, arah, dan luas
3. Distensi dalam peta tidak dapat di hindari.
Ada tiga langkah untuk mempermudah dalam mengamati bentukan-bentukan permukaan bumi dalam peta, yaitu sebagai berikut :
1. Deteksi
2. Identifikasi
3. Interpretasi
Warna biru pada peta menggambarkan bentang air seperti samudera, laut, sungai, dan danau. Warna merah pada peta menggambarkan jalan dan ibu kota. Hijau sampai cokelat menggambarkan dataran rendah. Warna kuning menggambarkan dataran tinggi, dan warna cokelat menggambarkan pegunungan sedangkan warna hijau pada peta menggambarkan batas administrarif.
Ketinggian atau kedalaman suatu wilayah pada peta di gambarkan dengan simbol garis. Untuk menggambarkan ketinggian , biasanya dengan menggunakan garis kontur.
Melalui garis kontur maka akan mengetahui curam atau landainya suatu wilayah.Apabila pada peta garis konturnya rapat, maka menunjukkan daerah tersebut memiliki lereng yang curam, sedangkan jika garis kontur pada peta jarang, artinya daerah tersebut memiliki lereng yang landai.
Pola merupakan kecenderungan persebaran suatu objek di permukaan bumi. Bentuk dan pola persebaran objek geografi tersebut di pengaruhi oleh bentuk bentang alamnya.
Berdasarkan bentang alamnya, bentuk-bentuk objek geografi di permukaan bumi dapat di bedakan menjadi empat bagian yaitu pegunungan, dataran tinggi, dataran rendah, dan daerah pantai.







GLOSARIUM

Peta adalah gambaran konvensional permukaan bumi yang di perkecil seperti kenampakan yang terlihat dari atas.
Infofmatif adalah memberikan informasi untuk analisis data penelitian.
Deteksi adalah pengamatan atas adanya suatu objek dan membedakan antara objek yang satu dengan objek yang lainnya.
Identifikasi adalah upaya memberi ciri terhadap objek yang telah di deteksi dengan menggunakan keterangan seperti letak, bentuk, dan penyebarannya.
Interpretasi adalah tahap pengumpukan keterangan yang berkenaan dengan objek yang sedang di amati.
Garis kontur adalah garis-garis pada peta yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian yang sama.
Isobath adalah garis-garis yang menghubungkan titik-titik dengan kedalaman yang sama.
Peta Bathymetri adalah peta kontur yang menggambarkan kedalaman laut.
Bukit adalah kumpulan tanah yang lebih tinggi dari pada tempat sekelilingnya lebih rendah dari pada gunung.
Gunung adalah bukit yang besar dan tinggi (biassanya tingginya lebih dari 600 m)
Rawa adalah tanah yang rendah (biasanya di daerah pantai) dan di genangi air, biasanya banyak terdapat tumbuhan air.
Abrasi adalah pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar